Identifikasi Masalah

KERANGKA ACUAN IDENTIFIKASI, PERANCANGAN, PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN MODUL PELATIHAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Jakarta sebagai sebuah kota dengan penduduk lebih dari 10 juta jiwa. Kompleksitas dan kerumitan masalah kota Jakarta disebabkan antara lain karena penduduk Jakarta belum memiliki kesadaran kewargaan (sense of citizenship) maupun keterampilan sosial (sociability) sebagai warga kota modern.
Masyarakat Jakarta membutuhkan proses pembudayaan kota yakni landasan-landasan nilai seperti: keadilan, kerukunan, kepedulian, kemandirian dan demokrasi secara kompak dan terpadu. Untuk itu, kota Jakarta membutuhkan konsep dan kegiatan pendidikan kewargaan (citizenship education) yang lebih jitu dan efektif.
Kegiatan dan usaha pendidikan kewargaan memang telah diprakarsai oleh berbagai gerakan swadaya masyarakat (LSM serta berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya), tetapi efektivitasnya masih rendah karena kegiatan tersebut masih berskala mikro (local) dan belum bersifat sinergis (salaing memperkuat satu sama lain).
Atas dasar itulah pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganggap perlu untuk membantu terbentuknya suatu lembaga (di luar birokrasi pemerintah) yang berfungsi mengembangkan potensi serta memfasilitasi efektifitas, kualitas kegiatan pendidikan kewargaan yang telah ada di Jakarta. Lembaga tersebut, terdiri dari Komite Pemberdayaan Masyarakat Jakarta, Pembina, Ketua, Sekretaris, Anggota dan Tim Ahli, yang kesemuanya bekerja keras untuk menjawab tantangan dan tuntutan kebutuhan masyarakat dalam hal ini kebutuhan pendidikan dan pelatihan kesadaran kewargaan dan keterampilan sosial sebagai warga kota modern. Khusus bidang pengembangan model memperioritaskan melakukan kajian identifikasi kebutuhan pelatihan masyarakat, perancangan dan pengembangan kurikulum serta modul pemberdayaan masyarakat.

B. Permasalahan
1. Bagaimana memperoleh dan menetapkan suatu jenis pelatihan yang dibutuhkan masyarakat?
2. Bagaimana cara merumuskan tujuan pelatihan, merancang kurikulum dan menyiapkan pelatihan?
3. Bagaimana merancang dan mengembangkan modul pelatihan?

C. Tujuan, Sasaran dan Manfaat
1. Tujuan
Menentukan sasaran untuk pengembangan model pemberdayaan masyarakat. Mengidentifikasi kebutuhan pengembangan model. Mempelajari model atau pola pemberdayaan yang telah dianggap sukses sebagai referensi untuk dikembangkan bagi masyarakat Jakarta. Menyusun pola pengembangan model sesuai dengan kebutuhan. Mengembangkan dan melaksanakan pola pengembangan model pemberdayaan masyarakat. Mengevaluasi model pemberdayaan masyarakat.
2. Sasaran
Teridentifikasi jenis pelatihan yang dibutuhkan masyarakat. Tersusunnya perancangan dan pengembangan kurikulum. Tersusunnya perancangan dan pengembangan modul pelatihan.
3. Manfaat
Sebagai kerangka referensi dalam penyusunan peta jenis pelatihan dan pengembangan model pemberdayaan masyarakat. Bagi pihak pemerintah dan para stakeholder untuk memperoleh kurikulum dan modul pemberdayaan masyarakat.

II. RUANG LINGKUP PEKERJAAN
A. Analisis Kebutuhan
Pelatihan Analisis kebutuhan pelatihan merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh dan menetapkan suatu jenis pelatihan yang dibutuhkan masyarakat. Pelaksanaan analisis kebutuhan pelatihan untuk menetapkan jenis pelatihan yang dibutuhkan masyarakat dilakukan dengan langkah-langkah kegiatan sebagai berikut:
Identifikasi Kebutuhan
Pelatihan Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pengumpulan data dari masyarakat sebagai responden. Sebelum kegiatan identifikasi dilakukan, terlebih dahulu disusun dan ditetapkan rancangan formulir identifikasi.
Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan untuk melengkapi identifikasi kebutuhan melalui formulir. Teknik pengumpulan data dapat dilakukan melalui wawancara dengan mengumpulkan masyarakat di suatu tempat tertentu.
Pengolahan Data dan Analisis
Pengolahan data harus dilakukan secara cermat dengan menggunakan teknik-teknik pengolahan data yang mutakhir dan rumus-rumus pengolahan data yang relevan, misalnya dengan menggunakan komputer sebagai alat bantu pengolahan data. Dari hasil pengolahan data tersebut, dirumuskan jenis-jenis kebutuhan pelatihan masyarakat, diurut berdasarkan skala prioritas dan ditetapkan kelompok sasaran pelatihan.
Menyusun Prioritas Tindakan
Sebelum ditetapkan menjadi jenis pelatihan yang dibutuhkan masyarakat sesuai urutan prioritas, hasil pengolahan data dibahas kembali dalam suatu forum. Masukan dari forum tersebut dijadikan bahan penyempurnaan jenis pelatihan masyarakat.
Validasi Hasil Analisis Kebutuhan
Untuk mengetahui apakah jenis pelatihan yang telah diidentifikasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat berdasarkan kelompok sasaran dan prioritas, dilakukan pengecekapan ulang dengan melibatkan instansi terkait.

B. Perancangan, Pengembangan Kurikulum dan Modul Pelatihan
1. Perancangan dan Pengembangan Kurikulum

Perumusan Tujuan Pelatihan Kegiatan ini merupakan lanjutan dari hasil pada langkah identifikasi kebutuhan pelatihan yang menjadi masukan untuk langkah perumusan tujuan pelatihan. Masukan itu berupa kebutuhan pelatihan untuk ranah belajar tertentu. Merancang Kurikulum Untuk mencapai tujuan pelatihan yang telah ditentukan, diperlukan sarananya. Dalam hal ini berkaitan dengan materi, metode, media, waktu, dan evaluasi pelatihan, yang dipadukan ke dalam sebuah perencanaan yang disebut sebagai rancangan kurikulum. Rancangan kurikulum akan disusun dalam lembaran yang disebut matrik kurikulum. Matrik kurikulum berisi topik subyek, tujuan umum, sub topik dan tujuan khusus, silabi, metode belajar, media belajar, waktu dan evaluasi belajar. Menyiapkan Materi Materi dan metode belajar yang ditentukan dalam kurikulum dan satpel akan didukung dengan media belajar dalam proses penyajiannya. Untuk itu akan dirancang dan disusun, dibuat atau disiapkannya, baik perangkat lunak atau perangkat keras.
2. Perancangan dan Pengembangan Modul Pelatihan
Jenis-jenis modul pembelajaran. Prinsip-prinsip pengembangan modul pembelajaran. Langkah-langkah pengembangan modul pembelajaran. Format Modul. Validasi materi modul pembelajaran. Teknik merumuskan tujuan instruksional.

III. HASIL IDENTIFIKASI, PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN
A. Memperoleh dan menetapkan suatu jenis pelatihan yang dibutuhkan masyarakat.
B. Tersusunnya perumusan tujuan pelatihan, rancangan kurikulum, materi dan metode pembelajaran.
C. Tersusunnya rancangan dan modul pelatihan.
D. Tersedianya sofware dalam bentuk CD pengembangan kurikulum dan modul pelatihan.

IV. RENCANA WAKTU PELAKSANAAN
Pelaksanaan kegiatan identifikasi, perancangan dan pengembangan modul ini diperkirakan akan berlangsung maksimal selama 2 (dua) semester mulai dari tahap:
a. Persiapan
b. Pelaksanaan
c. Pengolahan data
d. Penulisan draft
e. Diskusi awal
f. Seminar hasil identifikasi pelatihan, perancangan dan pengembangan modul pemberdayaan masyarakat

V. ORGANISASI PELAKSANA
a. KPMJ
b. Direktur LPMJ
c. Sekretaris LPMJ
d. Kepala Bidang dan Bagian LPMJ
e. Para Pakar dari Perguruan Tinggi
f. Stakeholder Terkait

VI. ESTIMASI ANGGARAN YANG DIPERLUKAN
Dibebankan kepada APBD DKI Jakarta melalui belanja bantuan (Transfer) dan dari sumber-sumber lain yang tidak mengikat.

VII. PENUTUP
Hasil identifikasi pelatihan, perancangan dan pengembangan modul pemberdayaan masyarakat ini diharapkan menjadi dokumen penting dan otentik, untuk menjawab tuntutan kebutuhan masyarakat, LPMJ, Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait.